Rabu, 20 Agustus 2014

ISI HATI


06/06/2014
Sejak senja pagi kemarin mala petaka menghampiri si rapuh ini,
meminta nyawa yang tinggal sebiji
si rapuh merengek takut terlihat miris
dia kata "apa salah jika hidup ku, ku biarkan tak ada pelangi? , apa salah jika hidup ku tak cerah lagi? biarlah hidup ku mendung, tapi mala kumohon jangan beri aku PETAKA".
lalu di jawabnya sirapuh oleh mala petaka, "kau biarkan hidup mu penuh duri, kau biarkan hidup mu terbelanglai, maka PETAKA ku ini sebenarnya yang membawa kau sendiri". terdengar melodi sendu, yang mengiris pilu sirapuh, "lalu apa yang harus ku lakukan" si rapuh semakin rapuh, "tak ada harap untuk kembali", "baiklah ku terima petaka mu, dan jika sudah ku jalani ku akan hidup seperti dulu lagi". 


06/07/2014
aku tak mengerti ;(
sejak kemarin aku berubah seperti ini, menyembunyikan sesuatu yang menurut ku sangat menyiksa di benak, apa yang ku peroleh hari itu? adalah duri di hari ini ;( oh tuhan tolong aku..... , di dunia ini siapa yang mau mendengar ku ? percumah ku ungkap disana dan percumah ku ungkap disini, semuanya tidak akan mengerti. apa mungkin ku biarkan saja biar jadi hal "BUSUK" yang mengundang lalat di hati ku? tuhan aku butuh seseorang yang mengerti hal ini, aku ingin mengungkapkan semuaaaa yang ku simpan agar tak BUSUK di kemudian hari....... :( tuhan tolong antarkan seseorang itu di hadapan ku , karena ku butuh ucapan satu kata darinya . enkau pasti tau siapa dia..........,
        DURI KEHIDUPAN SEMAKIN MENUMPUK, TERIMA KASIH PETAKA KAU YANG MENGAWALI INI SEMUA. 


06/11/2014


tuhan beri aku kekuatan di setiap aku menghadapi cobaan dari Mu
tuhan yang ku ingin hanya satu, mereka tau apa yang terjadi pada ku agar mereka mengerti dan merangkul ku.....
tuhan hanya enkau yang tau, apa yang kini ku rasa



DUKA KEMARIN



06/14/2014
hari itu, terlalu banyak pikiran yang terlalu menekanku sampai-sampai semua yang ku simpan yang mungkin telah busuk ku tuang ke gelas yang salah, dan kini membawa bekas di gelas itu, ku yang salah terlalu mengumbar amarah, begitu jelas setetesnya saja membuat dia kecewa, apa lagi saat itu ku tuangkan begitu banyak hingga tumpah-tumpah, jadi lihat betapa kecewanya dia, aku tau itu. awalnya ku pikir, biar jadi sampah yang di buang di tempatnya namun ku salah, membuangnya ke tempat yang salah, seharusnya biar ku buang di telaga amarah dan ku tutup rapat biar ku sembunyikan saja, toh sudah banyak hal2 yang busuk tak hanya sampah namun juga bangkai yg ku simpan di sana, tapi entah mengapa kali ini telaga amarah ku seperti tak cukup untuk menampung semua itu hingga ku buang di sembarang tempat, lalu akibatnya terkena Hati. jadi kini kotor, karena ulah amarah yang ku buang di sembarang tempat.. dan kini ku menyesal.
                apa? , apa  ... kini kau ingin menyalahkan Mala lagi
                sudah jelas kau pasti mau berkata" oh mala kenapa kau selalu membawakan ku Petaka". jelas-jelas kau, kau yang membawanya, ini bukan salah mala tapi kau yang membawa petaka, membawanya tuk hancurkan hidup mu.  seribu kali pun petaka kau seret di kehidupanmu tak kan jera kau terhadapnya, jadi biarkan saja hidupmu jadi tempat singgah Petaka,. 

06/18/2014

                pagi tadi, malam kemarin dan pagi kemarin... ketika sesuatu hal di jalani dengan keterpaksaan namun yang menjalani tetap ingin merasakan maka hal yang awalnya di rasakan terpaksa menjadi lebih sukarela. di hari kemarin dan berakhir  tadi siang contohnya, tubuh ini seperti dipaksakan untuk membopong Tugas berat pada kegiatan kemah PERJULIPAN, selama 3 hari 2 malam, banyak hal yang terjadi ketika keterpaksaan itu menekan justru semua lambat laun berubah menjadi sukarela.
  06/30/2014

kenapa ketika ku berjalan selalu menyisakan duri, sakit rasanya sampai menusuk ke hati, bahkan ku cabutpun masih sakit, karena lukanya yang membekas... aku sadar mungkin ku tak pakai alas tuk berjalan tapi ku lebih nyaman.....