Rabu, 20 Agustus 2014

DUKA KEMARIN



06/14/2014
hari itu, terlalu banyak pikiran yang terlalu menekanku sampai-sampai semua yang ku simpan yang mungkin telah busuk ku tuang ke gelas yang salah, dan kini membawa bekas di gelas itu, ku yang salah terlalu mengumbar amarah, begitu jelas setetesnya saja membuat dia kecewa, apa lagi saat itu ku tuangkan begitu banyak hingga tumpah-tumpah, jadi lihat betapa kecewanya dia, aku tau itu. awalnya ku pikir, biar jadi sampah yang di buang di tempatnya namun ku salah, membuangnya ke tempat yang salah, seharusnya biar ku buang di telaga amarah dan ku tutup rapat biar ku sembunyikan saja, toh sudah banyak hal2 yang busuk tak hanya sampah namun juga bangkai yg ku simpan di sana, tapi entah mengapa kali ini telaga amarah ku seperti tak cukup untuk menampung semua itu hingga ku buang di sembarang tempat, lalu akibatnya terkena Hati. jadi kini kotor, karena ulah amarah yang ku buang di sembarang tempat.. dan kini ku menyesal.
                apa? , apa  ... kini kau ingin menyalahkan Mala lagi
                sudah jelas kau pasti mau berkata" oh mala kenapa kau selalu membawakan ku Petaka". jelas-jelas kau, kau yang membawanya, ini bukan salah mala tapi kau yang membawa petaka, membawanya tuk hancurkan hidup mu.  seribu kali pun petaka kau seret di kehidupanmu tak kan jera kau terhadapnya, jadi biarkan saja hidupmu jadi tempat singgah Petaka,. 

06/18/2014

                pagi tadi, malam kemarin dan pagi kemarin... ketika sesuatu hal di jalani dengan keterpaksaan namun yang menjalani tetap ingin merasakan maka hal yang awalnya di rasakan terpaksa menjadi lebih sukarela. di hari kemarin dan berakhir  tadi siang contohnya, tubuh ini seperti dipaksakan untuk membopong Tugas berat pada kegiatan kemah PERJULIPAN, selama 3 hari 2 malam, banyak hal yang terjadi ketika keterpaksaan itu menekan justru semua lambat laun berubah menjadi sukarela.
  06/30/2014

kenapa ketika ku berjalan selalu menyisakan duri, sakit rasanya sampai menusuk ke hati, bahkan ku cabutpun masih sakit, karena lukanya yang membekas... aku sadar mungkin ku tak pakai alas tuk berjalan tapi ku lebih nyaman..... 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar