nampaknya saja ku bebas
tak terlihat besi itu mengurung ku
di sebuah kegelapan yang kelihatannya saja terang
ku bertopeng senyum namun di baliknya maka ku pun menangis
yang ku genggam hanya sabar
walau pun rasanya hambar
di tengah mereka yang berkibar
entah kapan bahagiaku datang
sambil menanti ku menghitung hari
tak sadar bahagiaku semakin menghindar
rasanya ku ingin merobek kelam
yang setiap hari menutup kehidupan
tak satu pun orang tau
saat diri ku murung di balik jeruji transparan
malah mereka bahagia
menginjak ku
meludahi ku
melemparkan lidah yang tajam pada ku
yang ku genggam hanya sabar
dan itu terjadi berulangkali
Hanya sabar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar